Minggu, 11 Desember 2016

ketika teman-temanku sudah yakin dan aku belum



Ketika teman-temanku sudah yakin dan aku belum
 
Pada suatu malam kami berencana untuk penggalangan dana untuk korban bencana gepa aceh, tepatnya pada malam mingg tanggal 10 desember 2016. Saya bersama teman-teman saya satu organisasi, pada malam itu kira-kira berjumlah kurang dari 15 anak. Kami kumpul di depan poli kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kumpul dari sejak setelah maghrib dan isya’ tepat kami cuss berangkat menuju 0km untuk menggalang dana tersebut. Kami berangkat dengan motor berbonceng-boncengan. Di jalan kami terpisah-pisah hingga dipisahkan oleh kemacetan yang melanda. Di jalan kusuma negara kami terkena macet total, mungkin akibat dari malam minggu dan dua hari menjelang berakhirnya sekaten di jogja. Sehingga orang membludak untuk keluar, hal ini juga di dukung karena cuaca tidak hujan yag biasanya hujan. Kemacetan semakin malam semakin parah hingga saya bersama teman boncengan saya mbak islah balik, menghindar dari kemacetan itu, untuk mencari jalan lain. Berdasarkan kesepakatan dengan teman saya yang lain yang kebetulan waktu itu bersama kami. Pada mulanya kami mengikutinya biar tidak terpisah dengan yang lain, karena posisinya saya dan mbak islah tidak membawa kardus untuk penggalangan dana tersebut, dan teman partner kami yang membawanya tiga, mereka berdua laki-laki, anggap saja namanya Sai dan Zay. Namun setelah kesepakatan kami untuk mundur dari kemacetan itu terjadi salah paham sehingga kami berempat terpisah. Saya dan mbak islah bingung karena kita tidak membawa kardus satupun, kiranya kita akan bareng dan tidak terpisah begini.
Saya dan mbak islah akhirnya mencari jalan lain dan akhirnya kami sampai di alkid (alun-alun kidul). Kami ke sana dengan petunjuk jalan dari aplikasi google map.
“ kita penggalangan dana di sini aja po mbak lus ?” tanya mbak islah
“ boleh, tapi kita kan ndak bawa kardus mbak islah, kardusnya semua dibawa Sai dan Zay.” Kataku yang masih duduk di atas motor bersama mbak islah
“oh iya ya.. terus gimana ini? Kog bisa tadi terpisah sih,, tadi seharusnya minta kardus dulu ya kalau tahu gini” gumam mbak islah yang sudah mulai emosi karena kemacetan tadi
“ tadi ndak kepikiran terpisah sih jadi ndak minta, coba W.A Sai atau Zay, aku ndak ada sinyal e”. Jawabku yang juga bingung mau gimana lagi.
Akhirnya kami mengabari Sai dan Zay yang awalnya bersama kita tadi namun akhirnya terpisah di kemacetan tadi. Lama ndak ada kabar akhirnya kita memutuskan untuk mencari jalan tikus dari alkid menuju altar, lumayan macet namun tidak semacet yang di jalan kusuma negara tadi yang memang sudah tidak bisa bergerak kecuali mundur. Setelah beberapa menit akhitnya kami sampai di altar dengan perjuangan kami. Ami sampai sekitar pukul 10 malam, kami parkir depan sekaten dan mencoba jalan kaki menuju 0km. Namun setelah kami mencoba dengan jalan kaki pun tidak bisa lewat, kita benar-benar tidak bisa gerak, walaupun dengan berjalan kaki. Maceeeet total..
“ gimana ini mbak lus kita ndak bisa gerak, gimana mau nyampe ke 0km, aku sudah lelah, haus, mana badan kurang fit juga” gumam mbak islah yang mulai kesal dengan keadaan
“ yaudah mbak islah kita balik aja po? Di sini kita juga ndak bisa gerak ataupun istirahat”. Kataku yang juga dlam keadaan kurang fit juga, batuk-batuk dan flu
Di tengah keramaian, yang dari tadi hanya mendengar omelan orang-orang akibat macet dan juga pengumuman barang kehilangan yang terus menerus tanpa jhenti di sekaten.  Akhirnya kita memutuskan untuk balik lagi ke alkid, takutnya juga kalau kita di susul Sai dan Zay, dan ternyata benar setelah mau balik kita dapat kabar dari mereka bahawa mereka sudah di Alkid.
Kita kembali menuju alkid dengan lancar tanpa macet alhamdulillah. Sesampainya di Alkid kami bertemu Sai dan Zay, mereka sudah menggalang dana walaupun hasilnya tak sebanyak yang lainnya. Yang lainnya berhasil menggalang di 0km. Kami juga bingung mereka lewat manaaa ???, setidaknya kami sudah berusaha juga namun terhalang kemacetan yang super duper menguras tenaga dan emosi.
Setelah bertemu Sai dan zay akhirnya kami diskusi santai sambil menikmati wedang ronde yang hangat, lumayan untuk meredakan tenggorokan yang sedari tadi batuk-batuk terus. Kami memulai diskusi ringan membahas tentang masa depan, bakal lanjut kemana? Mau lanjut S2 kah ? cari beasiswakah? Apa yang sudah di lakukan untuk usaha tersebut? Kami kupas satu persatu. Melihat teman-teman yang begitu mantap akan tujuan mereka membuatku iri, jujur, bisa dikatakan aku  belum mantap akan lanjut atau tidak walaupun keinginan untuk lanjut S2 sangat besar. Namun keadaan yang memaksaku untuk bimbang. Bisa dikatakan juga usahaku belum sekeras temen-temen yang lainnya, yang mana saat ini mereka sudah memulai kursus, mengikuti perkembangan beasiswa tersebut dan berbagai event diikuti mereka. Sedangkan aku masih dalam keadaan yang bisa disebutkan belum ada apa-apanya di banding dengan mereka, namun akupun bukan berarti ndak ada usahanya, aku juga berusaha namun tak sebesar usaha temen-temen yang lainnya, seperti itu jelasnya. hehe. Begitupun mbak islah, dalam hal ini temanku yang cantik ini juga bingung dan bimbang akan masa depannya nanti seperti apa? Akupun sama, kita sering diskusi bareng di kos membahas masalah ini. Kami tinggal satu kos, yang dinamakam kos mewah, mepet sawah maksudnya :D
Namun seperti apa nantinya kita juga tidak putus asa dalam berdoa dan berusaha,, tetap figting, luruskan pandangan ke depan, menoleh jika perlu, namun jangan berbalik,,
Semoga kita selalu mendapatkan petunjuk-Nya dalam melangkah dan menentukan pilihan.. semangat kawan-kawan.. ayoo kita mulai berjuang bersama-sama ;
Selamat berusaha, selamat beraktivitas, awalilah dengan basmalah, niat dan senyum ..    

Rabu, 07 Desember 2016

Kunci Sukses



KUNCI KESUKSESAN

Kesuksesan adalah impian bagi setiap manusia dalam menjalani hidup baik sukses dalam hal akhirat maupun sukses dalam menjalani hidup di dunia. Zaman sekarang ini di dunia orang-orang saling berlomba-lomba dalam meraih kesuksesan itu. Sukses tidak akan didapatkan dengan mudah memang, kita perlu keja keras untuk mendapatkannya. Ukuran sukses hidup di dunia adalah kaya raya atau hidup mapan dan berkecukupan. Cukup untuk makan, cukup untuk membeli rumah, cukup untuk ini dan itu. Namun hidup di dunia penuhlah dengan persaingan orang yang paling kuatlah yang bisa bertahan. Bukan arti kuat dalam sebenarnya lhoo...maksudnya kuat adalah kuat dalam menghadapi semua baik masalah kehidupan ataupun ujian yang telah di berikan oleh Allah.

Meskipun untuk meraih kesuksesan di dunia sangatlah susah Allah tidak akan pernah mengingkari umatnya friends. Allah selalu mengingat umatnya, siapapun yang berdo’a kepada  Nya dan berusaha dengan keras atau bersungguh-sungguh, maka Allah tidak akan mengabaikanmu friends.

Dalam hadist yang di jadikan mantra dalam film Negeri 5 Menara “man jadda wa jadda” siapapun yang bersungguh-sungguh maka akan mendapatkannya. Allah telah menjanjikan kepada umatnya akan hal itu jika ia mau bersungguh-sungguh meraihnya dan berdo’a kepadanya. Ustadz Khalid Bassalamah juga pernah berkata kunci untuk sebuah kesuksesan ialah tekuni saja pekerjaanmu, professional, jalani dengan baik, kenali pekerjaanmu dengan benar dan menyeluruh, kelak nanti kau akan memetik buahnya. Yang penting sabar, do’a dan tetap berusaha. Karena Allah sudah menjanjikan itu kepada semua umatnya tinggal kamu bagaimana menjalaninya.   
Semangaat meraih masa depan_ selamat pagi_selamat beraktifitas J

Senin, 05 Desember 2016

Story Telling di TPA Darul Khoir Potronalan



Story Telling In TPA Darul Khoir Dusun Potronalan (KKN Angkatan 89 Kelompok 127)

Story Telling merupakan salah satu program kerja KKN yang saya laksanakan. Story telling diaadakan pada tanggal 22 Juli 2016 di TPA darul Khoir. Story telling ini diadakan guna untuk mengajak anak-anak ataupun kembali mengajak anak-anak untuk tertarik terhadap dunia literatur anank, agar anak-anak mengenal cerita anak-anak yang mana dpat mengembangkan dan mengasah pikiran anak untuk berimajinasi. Story telling ini berlangsung secara singkat namun menarik. Suasananya juga hidup, artinya anka-anka menyimak dengan seksama dan menikmatinya. Sory telling ini berjudul jambul anak nakal dan serigala. Story telling ini dikemas dalam sebuah drama yang siperankan oleh semua mahasiswa KKN kelompok 127. Oki sebagai pemeran utama yakni berperan sebagai jambul, pety dan lala berperan sebagai anak-anak tupai dan teman jambul, saya lusi berperan sebagai ibu guru tupai, mas suhairi berperan sebagai pak polisi Tupai, wahyu berperan sebagai ibu dokter tupai, sedangkan bahar berperan sebagai serigala. Story elling ini di naratori oleh shinta. Shinta berperan sebagai narator dan Mc. Di akhir cerita anak-anak diminta maju (3 orang) dan diberikan pertanyaan untuk merespon apa yang telah disampaikan dalam cerita. Setelah itu anak menjawab dan diberikan hadiah karena telah merespon cerita dengan baik. Anak yang maju yakni antara lain : panji, wati,  zahra. 





Pembukaan story telling : pengenalan tokoh-tokoh  yang dilakukan oleh shinta sebagai Narator 

 Antusiasme penonton dalam menyimak cerita


 Kuis setelah cerita selesai,, dan yang berani maju untk menjawab pertanyaan adalah panji yang pakai batik oranye, wati berkerudung coklat, dan zahra berbaju merah..

 foto bersama antara kakak -kakak KKN dan anak-anak yang berhasil meraih hadiah setelah story telling selesai



Terima kasih teman-teman KKN 127 dan anak-anak TPA Darul Khoir Potronalan.. :)
miss kalian :*