Jumat, 20 Februari 2015

inspirasi di balik sebuah petuah.. :) yukk di bacaa

INSPIRASI...??
Umm.. setiap insan pasti memiliki inspirasi tersendiri dalam hidupnya baik itu seseorang yang spesial, kata-kata yang dahsyat atau sesuatu yang mengagumkan lainnya. Inspirasi dapat membangkitkan semangat untuk menjadikan hidup lebih baik. Sebuah inspirasi dapat mendahsyatkan pribadi  yang awalnya biasa menjadi luar biasa. Kalian pasti memilikinya bukan?. Begitupun saya, di sini saya akan berbagi sedikit tentang inspirasi saya yang dapat menggugah saya untuk menjadi lebih baik setiap waktu. Sebuah kata-kata yang menarik hatiku dan akalku untuk berfikir dan memahaminya. Dalam sebuah buku mengatakan:

 “ jangan ada kekosongan dalam hidup kita,
karena kekosongan bisa membinasakan”
Maksud dari kata kekosongan di atas yaitu ada tiga makna, yakni harus :
“senantiasa waspada terhadap kekosongan akal,
kekosongan hati, dan kekosongan jiwa.”
 
Ketika mengingat kata-kata itu saya selalu berusaha untuk mengubah diri saya untuk menjadi yang tidak biasa. Saya selalu berusaha untuk mengisi akal saya dengan banyak belajar keras, menuntut ilmu  yang bermanfaat.  Dengan belajar saya akan menemukan yang namanya rasa penasaran terhadap apa yang telah saya ketahui dan saya pelajari. Nah dengan begitu secara otomatis  saya akan mencari tahu jawaban dari rasa penasaran saya itu dan secara tidak sadar telah menggunakan akal saya untuk berfikir selalu.  Dengan begitu maka akal saya tidak akan kosong dan menjadi bermanfaat untuk diri saya. Ada sebuah pepatah mengatakan “Rasa penasaran itulah yang menjadikan pemikiran yang masih muda akan akan terus tumbuh dan menjadikan pemikiran yang sudah tua akan tetap muda”. 

Untuk kekosongan kedua yang harus saya waspadai yaitu kekosongan hati, saya termotivasi untuk tidak selalu mengosongkan hati ini secara sis-sia.  Dengan berbuat baik kepada orang lain, membantu sesama yang bisa membuat orang senang, maka hati ini tak akan kosong secara sia-sia. Menurut saya mengisi hati adalah hal yang berhubungan dengan sesama manusia (hablu mmin an-nas). Intinya dengan kata-kata ini saya selalu termotivasi untuk selalu berbuat baik kepada orang lain, berguna untuk orang lain terutama berguna untuk keluarga.
Yang ketiga yaitu jika mengingat kata ini, hidup saya bisa terkontrol bahwa saya harus waspada terhadap ketiga hal itu jika saya tidak ingin binasa. Semangat dalam beribadah terhadap Allah Swt adalah salah satu untuk menghindari kekosongan jiwa. 

Dengan berpedoman kata ini dapat menginspirasi saya untuk merubah hidup saya menjadi lebih baik karena saya merasa terkontrol dengan kata-kata ini bahwa “saya akan binasa jika saya membiarkan ada kekosongan dalam hidup saya”. Oleh karena itu saya akan termotivasi atau terinspirasi untuk mengisi agar tiada kekosongan dalam hidup saya yang bisa mmbinasakan hidup saya. 

Masalah hasil itu belakangan yang  terpenting  itu usaha untuk berproses. Allah pasti paham betul apa yang diinginkan hambanya, dan suatu kelak akan di kabulkan  jika  bersungguh-sungguh dalam melaksanakannya.
Begitulah secuil kata yang sangat bermanfaat untuk saya dan mampu menginspirasi saya untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Yukk kawan isi hidup kita dengan hal-hal yang bermanfaat agar kita bisa selalu merasa hidup dan bahagia..
Terima kasih telah membaca tulisan saya, semoga tulisan ini bermanfaat untuk kalian semua dan membuat kalian bisa terinspirasi... :)
Salam senyum dari saya... J

Rabu, 11 Februari 2015

Semangat dan ikhlas hati...,, yukk lirik sebentar coretanku kawann... :)



Hai para readers yang yang cantik dan ganteng semua.. kemarin-kemarin kan saya sudah bercerita tentang seputar pilihan saya di jurusan ilmu perpustakaan berikut penjelasannya yang menarik tuhh.. Kini saya kembali menulis, namun agak berbeda dengan minggu lalu. Di simak ya kawaann.. :)

Saya akan menulis tentang kehidupan saya dalam berbagi dan memperoleh pengalaman maupun pengetahuan di masyarakat. 


Di mulai dari ketika Saya datang ke jogja pada tahun 2013 lalu, untuk melanjutkan studi saya di Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta. Saat pertama kali berpamitan kepada orang tua saya rasanya sangatlah berat meninggalkan mereka untuk jangka waktu yang lama. Karena sejak kecil saya selalu berada di dekat mereka dan belum pernah meninggalkan mereka dalam jangka waktu yang lama. Saat itu saya dan kedua orang tua saya menangis terharu antara rasa sedih dan senang. Sedihnya karena akan tidak bertatap muka dalam waktu yang lumayan lama, dan senangnya adalah karena anaknya akan belajar ke sebuah perguruan tinggi. Disinilah kehidupan saya dimulai di kota pelajar kota Yogyakarta. Di sini saya harus belajar mandiri karena telah berjauhan dengan kedua orang tua saya. Cerita saya bermula dari ketika saya masih sangatlah kurang mengenai pengalaman. Namun lambat laun pengalaman saya mulai bertambah luas. 


Di kota pelajar ini saya tinggal di salah satu kos wanita di daerah Dusun Gowok, Desa Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman Yogyakarta. Dalam kos ini bermula tinggallah enam anak kos, namun seiring waktu jumlah anak kos bertambah dan berkurang, dan untuk sekarang adalah tujuh orang . anak kos yang ada disini berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia antara lain Jawa Tengah, Madura, Lampung, solo, salatiga dan cilacap . Dan Saya sendiri dari Demak Jawa Tengah. Kami tinggal satu rumah bersama ibu kos dan anak-anaknya. Di dini saya serasa mempunyai keluarga yang baru, orang-orangnya welcome semua. Di tempat inilah pengetahuan dan pengalaman saya mulai berkembang. Saya sadar ilmu yang di dapat dari bangku kuliah saja itu kurang cukup, oleh karena itu harus mengasah pengetahuan di luar kampus juga. Ada salah satu mbak kos yang sering memotivasi saya, namanya mbak uswah. Mbak uswah sering membagikan pengalamannya kepada saya. Maklumlah beliau sangat aktif di beberapa organisasi dan pengabdiannya kepada masyarakat tidak diragukan lagi. Suatu ketika saya saya sering di ajak untuk menemaninya ke beberapa aktifitasnya di masyarakat antara lain di kegiatan RISMA (Remaja Islam Masjid) di masjid Al-Qomar, masjid yang dekat dengan kos saya. Lambat laun seringnya saya ikut mbak uswah, saya dijadikan sebagai anggota RISMA. RISMA adalah sebuah organisasi pemuda-pemudi yang bermotivasi untuk memajukan masjid dan mengajak para pemuda-pemudi yang ada di sekitar masjid untuk aktif di dalam dunia masjid dengan berbagai kegiatan-kegiatannya. 


Di organisasi ini saya mendapat banyak pengalaman yang sangat bermanfaat bagi diri saya, antara lain setiap malam jum’at adanya tarling (tadarus keliling) yang dimana kegiatannya adalah ngaji bareng dan membahas satu materi yang telah di jadwalkan. Dengan adanya pembahasan suatu materi disini saya bisa mendapatkan ilmu baru selain di kampus. Bermanfaat bukan kawan?? hehe


Oh ya kawan.., Salah satu kegiatan lainnya yang ga kalah asyik dan bermanfaat untuk semua yaitu kegiatan baksos. Di sini Kita di latih untuk peduli terhadap sesama dengan melakukan bakti sosial ke salah satu desa yang ada di Kulon Progo. Bakti sosial ini menyajikan bazar baju dan membawa hewan Qurban. Sebelum hari H kita harus mengumpulkan baju masih layak yang bisa di sumbangkan kepada masyarakat yang ada disana. Setelah baju terkumpul banyak kami mengemasnya dengan rapi agar bisa di jual disana dengan kisaran harga 1000-5000 dan hasilnya nanti akan diserahkan kepada masjid At-Taqwa yang ada di sana agar bisa digunakan untuk kepentingan masjid. 













Di sini saya bisa merasakan senangnya bisa berbagi dengan yang lain dan mengabdi kepada masyarakat. Jadi Teringat kata seseorang “ mahasiswa itu kurang afdhol kalau belum mengabdi kepada masyarakat”. Sejak kegiatan itu saya menyadarinya dan memang benar.
  

              
Selain aktif di kegiatan RISMA saya juga di ajak teman-teman untuk bisa membantu mengajar TPA. Walaupun saya belum pernah punya sejarah mengajar, namun saya mencobanya. Saya memulai mengajar Anak-Anak TPA pada bulan Ramadhan tahun lalu. Disini saya merasa senang bisa berbagi ilmu kepada anak-anak. Saya selalu gembira ketika bertemu dengan anak-anak. Ketika saya lagi dalam keadaan mood yang buruk namun dengan mengajar TPA dengan  seketika mood saya bisa berubah dan menjadi baik lagi karena anak-anak. Jadi mengajar TPA selain saya jadikan sebagai ajang berbagi ilmu saya juga bisa jadikan sebagai penghibur. Hehe... berikut adalah salah satu dokumentasi saya ketika bersama anak-anak dalam suatu kegiatan..:



Lambat laun, waktu terus berjalan kegiatan saya tidak berhenti sampai di situ saja. Saya mulai mengembangkan pengetahuan dan pengalaman saya ke bidang yang berkaitan. Saya mulai aktif di kegiatan perpustakaan masjid. Di sini perpustakaan masjid dinamakan dengan TBMQ Al Qomar atau bisa di sebut dengan Taman Bacaan Masjid Al Qomar. Disini saya bersama teman-teman remaja masjid mencoba memulai mencoba mengembangkan kembali taman bacaan masjid ini yang telah terkubur dalam beberapa waktu. Dengan bantuan teman-teman remaja masjid kami mulai mengolah kembali buku-buku yang telah terkurung dalam kardus dalam waktu yang lumayan lama. kami memulainya dengan membersihkan buku-buku, menempeli slip peminjaman, mengaktifkan kembali software Slim, melakukan pelatihan dan persiapan-persiapan yang lainnya hingga menata buku di rak kembali dengan rapi. Semua itu kami lakukan dengan semangat dan ikhlas hati. Karena saya percaya bahwa sesuatu yang di lakukan dengan ikhlas pasti akan bermanfaat. Oh ya kawan kami melakukan ini tidak sendirian, kami ada bimbingan dari para takmir masjid yang sudah berpengalaman. Berikut adalah beberapa dokumentasinya.. hehe



Tersebutlah sekilas cerita tentang pengalaman saya dalam bermasyarakat di kota pelajar ini.. semoga cerita saya bermanfaat untuk kalian semua.. salam semagat dari saya.. selamat melakukan aktifitasmu kawan.. lakukanlah dengan gembira dan ikhlas hati yang kelak akan menjadi pengalaman berhargamu... :) :D

Rabu, 04 Februari 2015

Ku Temukan Kebahagiaan dalam Pilihanku sebagai Mahasiswa Ilmu Perpustakaan



ALASAN KENAPA JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN MENJADI PILIHAN SAYA

Sebenarnya dahulu saya tertarik dengan ilmu sastra dan bahasa karena ketika di MAN jurusan saya adalah bahasa. Oleh karena itu saya ingin masuk di jurusan yang masih berbau tentang bahasa atau yang sesuai dengan mata pelajaran yang telah saya pelajari, dan saya saat itu memutuskan untuk memilih pendidikan bahasa dan sastra indonesia. Akan tetapi pada suatu ketika guru wali kelas saya bertanya  adakah kelas kita yang mengambil jurusan ilmu perpustakaan? Sejak itu hati saya terdetak. Saya belum pernah mendengar jurusan itusebelumnya. Mulai saat itu saya penasaran dengan jurusan itu. Namun pada jalur SNMPTN saya telah memilih pilihan pertama saya tadi yaitu di salah satu perguruan tinggi di semarang. Tetapi di jalur pertama memasuki perguruan tinggi saya gagal begitupun juga  untuk kedua kalinya dengan pilihan yang sama.
Nah disini saya mulai tertarik dan penasaran dengan yang namanya jurusan ilmu perpustakaan. Di luang waktu yang ada saya konsultasi kepada wali kelas saya dan tanya-tanya banyak tentang ilmu perpustakaan. Waktu itu saya tanya bu gimana kalau saya mengambil jurusan ilmu perpustakaan? Prospek kerja kedepannya itu seperti apa?. Bu guru menjawab ilmu perpustakaan itu masih baru dan prospek untuk ke depannya itu tinggi karena masih banyak peluang. Setelah di jelaskan panjang lebar oleh guru saya saya menjadi semakin tertarik dengan jurusan ilmu perpustakaan. Kemudian saya tak berhenti pada satu pertimbangan saja, saya juga meminta pertimbangan kepada orang yang saya anggap dapat memberikan pendapat yang membangun.  saat itu saya bertanya kepada bulek saya, kenapa pada bulek? Bukan orang tua?, orang tua saya sudah saya mintai pendapat juga namun mereka tidak setuju karena kdua orang tua saya menginginkan saya kuliah di bidang bahasa, menurut saya mereka kurang setuju kalaw saya pilih jurusan ilmu perpustakaan karena mereka belum familiar mendengar jurusan itu di telinga mereka. Bulek saya adalah seorang guru Madrasah Ibtidaiyyah. Bulek saya cukup memberikan pencerahan kepada saya tentang keinginan saya untuk memilih jurusan ilmu perpustakaan setelah saya gagal pada pilihan pertama.
Dan selanjutnya saya  mengambil keputusan bahwa ilmu perpustakaan pilihan yang sangat tepat untuk saya, dan saya menanamkan di dalam hati saya bahwa saya tidak akan salah memilih jurusan ini. Selain itu saya  juga ingin sekali-kali belajar di bidang ilmu umum soalnya dari kecil pelajaran saya lebih konsentrasi ke dalam ilmu agama. Nah saya ingin sesuatu yang beda dari yang lain. Dan ahirnya saya memutuskan untuk memilih jurusan ilmu perpustakaan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dan sekarang telah saya buktikan bahwa saya  benar-benar tertarik dengan jurusan yang saya ambil saat ini dan saya sangat menikmatinya. Mata kuliahnya sangatlah menarik-menarik. Salah satunya adalah mata kuliah informasi dalam konteks sosial  atau yang bisa di sebut IDKS , biasanya mata kuliah ini pada akhir pertemuan mengadakan pameran yang luar yang nantinya di sini semua mahasiswa ilmu perpustakaan dapat menunjukkan kreativitasnya dalam pameran tersebut. Sumber Rujukan Islam (SRU) di sini kita menghasilkan pathfinder yang sangat menarik untuk koleksi sebuah perpustakaan yang di desain dengan sangat menarik dan memudahkan para pemusaka untuk mencari sumber rujukan. Dan masih banyak kegiatan yang menarik lainnya di dalam jurusan ilmu perpustakaan ini. Di jurusan ini juga saya dapat bertemu dengan orang-orang hebat, antara lain yaitu para dosen saya mereka sangat keren-keren ketika mengajar. Di jurusan ini juga sering mengadakan kegiatan yang spektakuler seperti tahun lalu seminar LIS yang mendatangkan pembicara dari luar negeri.
Sekian cerita saya tentang pilihan saya menjadi mahasiswa ilmu perpustakaan, semoga bisa bermanfaat untuk kamu semuanya..dan sekarang saya merasa senang dan bangga bisa menjadi mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.... :)